Malam itu bulan seakan malu menampakkan cahayanya, meskipun bintang-bintang dengan segenap kerlipnya telah siap untuk mengiringi. Seperti biasa kuterima pesan singkat darimu seperti hari yang sudah-sudah, setiap malam kotak masuk ponselku selalu penuh dengan pesan darimu. Sering kali pesanmu aneh, hanya sekedar menyapa tapi entah kenapa aku sangat antusias untuk membacanya. Sehari, dua hari, tiga hari, seminggu, dua minggu, tiga minggu dan apa yang terjadi selanjutnya adalah hal yang sangat mudah untuk ditebak, sepertinya aku telah terpengaruh dengan ungkapan orang jawa, “Witing tresno jalaran soko kulino.” Gimana tidak tresno coba, setiap hari kita tidak pernah absen untuk tidak smsan. Rasanya jemariku sudah sangat terlatih untuk menari, mengetik huruf demi huruf untuk menjawab pesan darimu. Mungkin kamu tidak merasakannya, tapi aku wanita, punya kepekaan rasa ekstra daripada pria.
Awalnya semua berjalan seperti biasa, sampai pada suatu hari aku benar-benar tidak tahan terus menjalani ini dengan sejuta tanda tanya, aku ungkapkan saja padamu. Tapi apa yang aku tahu selanjutnya adalah hal yang sangat mengecewakan, jujur jika aku tahu akan seperti ini, tak kan kuungkapkan padamu. Tapi setidaknya ada perasaan lega, karena aku sudah katakan apa yang seharusnya aku katakan, biar tak ada lagi beban. Orang-orang benar, mencintai seseorang yang sama sekali tidak mencintai kita memang menyakitkan apalagi jika orang yang kita cintai itu mencintai yang lain, tapi diam-diam aku menikmati rasa sakit itu. Aneh sekali bukan???
Jangan tanya kenapa, karena aku sendiri tak tahu jawabannya. Biarkan semuanya mengalir sesuai alur yang telah dibuat oleh Tuhan. Aku memang kecewa, tapi aku sama sekali tidak marah padamu atau pada siapapun. Dalam hal ini tidak ada yang salah, aku tidak salah menyayangimu dan kamu pun tidak salah karena tidak bisa membalasnya.
Terima kasih telah mengajarkanku banyak hal. Mengajarkanku tentang kedewasaan, kesabaran, serta kebesaran hati menerima apapun yang terjadi.
Terima kasih juga telah memberiku kesempatan untuk merasakan indahnya mencintai tanpa dicintai.
Kamu juga benar-benar membuatku mengerti arti dari “Cinta tak harus memiliki”.
Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk mengenal CINTA.
Biarkan hanya Tuhan, aku, dan kamu yang tahu mengapa kita bersatu tapi tak bisa menjadi satu.
Biarkan hanya Tuhan, aku, dan kamu yang tahu mengapa semua yang menyakitkan ini tetap terasa indah.
Dan biarkan hanya Tuhan dan aku saja yang tahu mengapa aku masih bisa tersenyum bahagia meski kamu telah menggoreskan luka.
#Desember ini harusnya menjadi bulan istimewa untukku, tapi apa boleh buat kamu sudah terlanjur menorehkan catatan-catatan kelabu. Walaupun begitu percayalah, AKU BAHAGIA!!!!
Marumirriza.blogspot.com







