RSS

Kisahku Tak Indah, tapi Aku Bahagia



Malam itu bulan seakan malu menampakkan cahayanya, meskipun bintang-bintang dengan segenap kerlipnya telah siap untuk mengiringi. Seperti biasa kuterima pesan singkat darimu seperti hari yang sudah-sudah, setiap malam kotak masuk ponselku selalu penuh dengan pesan darimu. Sering kali pesanmu aneh, hanya sekedar menyapa tapi entah kenapa aku sangat antusias untuk membacanya. Sehari, dua hari, tiga hari, seminggu, dua minggu, tiga minggu dan apa yang terjadi selanjutnya adalah hal yang sangat mudah untuk ditebak, sepertinya aku telah terpengaruh dengan ungkapan orang jawa, “Witing tresno jalaran soko kulino.” Gimana tidak tresno coba, setiap hari kita tidak pernah absen untuk tidak smsan. Rasanya jemariku sudah sangat terlatih untuk menari, mengetik huruf demi huruf untuk menjawab pesan darimu. Mungkin kamu tidak merasakannya, tapi aku wanita, punya kepekaan rasa ekstra daripada pria.

Awalnya semua berjalan seperti biasa, sampai pada suatu hari aku benar-benar tidak tahan terus menjalani ini dengan sejuta tanda tanya, aku ungkapkan saja padamu. Tapi apa yang aku tahu selanjutnya adalah hal yang sangat mengecewakan, jujur jika aku tahu akan seperti ini, tak kan kuungkapkan padamu. Tapi setidaknya ada perasaan lega, karena aku sudah katakan apa yang seharusnya aku katakan, biar tak ada lagi beban. Orang-orang benar, mencintai seseorang yang sama sekali tidak mencintai kita memang menyakitkan apalagi jika orang yang kita cintai itu mencintai yang lain, tapi diam-diam aku menikmati rasa sakit itu. Aneh sekali bukan???

Jangan tanya kenapa, karena aku sendiri tak tahu jawabannya. Biarkan semuanya mengalir sesuai alur yang telah dibuat oleh Tuhan. Aku memang kecewa, tapi aku sama sekali tidak marah padamu atau pada siapapun. Dalam hal ini tidak ada yang salah, aku tidak salah menyayangimu dan kamu pun tidak salah karena tidak bisa membalasnya.
Terima kasih telah mengajarkanku banyak hal. Mengajarkanku tentang kedewasaan, kesabaran, serta kebesaran hati menerima apapun yang terjadi.
Terima kasih juga telah memberiku kesempatan untuk merasakan indahnya mencintai tanpa dicintai.
Kamu juga benar-benar membuatku mengerti arti dari “Cinta tak harus memiliki”.
Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk mengenal CINTA.
Biarkan hanya Tuhan, aku, dan kamu yang tahu mengapa kita bersatu tapi tak bisa menjadi satu.
Biarkan hanya Tuhan, aku, dan kamu yang tahu mengapa semua yang menyakitkan ini tetap terasa indah.
Dan biarkan hanya Tuhan dan aku saja yang tahu mengapa aku masih bisa tersenyum bahagia meski kamu telah menggoreskan luka.

#Desember ini harusnya menjadi bulan istimewa untukku, tapi apa boleh buat kamu sudah terlanjur menorehkan catatan-catatan kelabu. Walaupun begitu percayalah, AKU BAHAGIA!!!!






Marumirriza.blogspot.com
Read More - Kisahku Tak Indah, tapi Aku Bahagia

Aku takut membuatmu menangis, Ibu


Tangannya menengadah. Tremor kuat sehingga orang-orang menyangkanya ia menderita ayan. Dalam terik dan hujan, ia tetap menengadah. Menanti orang lain yang berbelas kasih untuk memberinya uang, walaupun hanya seratus rupiah saja.
Ia sering diusir satpam. Menganggu pemandangan para nasabah, katanya. Ah.. apa hubungannya para nasabah dengan perempuan itu? Toh perempuan itu tidak masuk ke dalam bank! Kadang ia didorong, kadang ia ditendang. Enak rasanya bagi orang yang digaji satu juta setiap bulan untuk tidak memikirkan apakah hari ini ia akan makan atau tidak.
Langit mulai gelap disertai rintik-rintik air yang diturunkan dari langit. Aku datangi perempuan itu kemudian mengangkatnya dan membantunya berjalan menuju tempat yang aman dari hujan.
“Berapa penghasilan hari ini, Nak?”
“Sedikit, Bu.”
“Ibu juga hanya sedikit. Malam ini kita tidak bisa makan nasi. Maafin ibu ya?” Dengan tangannya yang bergetar, Ibu membelai lembut pipiku.
“Jangan meminta maaf, Bu..” Aku tersenyum.
“Aku punya sesuatu buat ibu dari hasil tabunganku selama satu tahun.” Aku membuka kantung plastikku. Ku ambil sehelai kain putih bersih tanpa noda yang ku beli dari obralan murah di pasar baru.
“Kerudung ibu sudah rusak. Aku belikan yang baru..”
Ibu tertegun melihat kain ditanganku, seolah-olah ia melihat benda yang paling mewah seumur hidupnya.
“Alhamdulillah…” Bisiknya sambil meneteskan air mata.
Aku tidak takut miskin, aku tidak takut diusir, aku tidak takut tidak makan, aku tidak takut dibunuh oleh preman pasar, aku tidak takut dirazia oleh polisi, aku tidak takut apapun. Satu-satunya yang paling aku takutkan adalah melihat ibu menangis.
Kucium tangannya. “Selamat hari ibu..”
Pejuang cantik dari surga itu memelukku erat dalam dinginnya hujan yang pekat.
Read More - Aku takut membuatmu menangis, Ibu

Pelu Tahu


Hubungan Antara Pikiran dan Tubuh

Sejak dahulu sudah di ketahui bahwa ada suatu hubungan yang sangat abstrak antara tubuh dan pikiran , namun hal tersebut tidak habis habisnya diteliti dikarenakan selalu timbul permasalahan yang sangat menarik, misalnya saja bahwa perasaan cemas, kepusasaan ,atau cinta dan optimisme itu bukan masalah perasaaan saja ; namun mereka itu merupakan suatu keadaan yang mampu mempengaruhi berbagai macam organ dan metabolisme di dalam tubuh kita misalnya saja jantung dan pembuluh darah , atau lambung . Dan otak ; adalah pintu gerbang yang menghubungkan keduanya .
Maksudnya adalah ; aksi yang disebabkan oleh perasaan perasaan diatas akan diolah dengan sangat rumit dan cermat oleh otak , dan akan menyebabkan reaksi tertentu bila hal tersebut terus menerus berlangsung . Contohnya adalah bagaimana seseorang yang sedang mengalami stress, dapat menderita penyakit kulit eksim ( neurodermatitis ) akibat stressnya tersebut, atau seseorang yang depresi dan terus menerus mengeluh bahwa setiap jengkal dari tubuhnya terasa nyeri padahal dari pemeriksaan yang dilakukan ternyata baik baik saja ( hipokondriasis ) . Namun tidak itu saja, Walter Cannon dari bagian Fisiologi Harvard University , sejak beberapa tahun yang lampau sudah mensinyalir bahwa stress yang tidak tekontrol dapat membunuh , karena stress, keputusasaan, perasaan terancam , dan perasaan perasaan negatif lainnya tersebut akan meningkatkan tekanan darah, denyut jantung, ketegangan otot, dan frekuensi pernafasan , dan disertai pula ketidakseimbangan hormon yang dikeluarkan oleh tubuh serta diproduksinya faktor faktor inflamasi yang turut memperberat kerusakan yang timbul .
Dalam dunia kedokteran dikenal istilah plasebo efek ; yaitu efek yang yang timbul oleh karena pasien meminum sesuatu yang dikiranya sebagai obat . Misalnya begini , apabila ada teman kita yang sakit kepala , kemudian kita berikan sebutir pil , dan kita katakan ke dia bahwa ini adalah obat sakit kepala yang sangat baik , saya cocok sekali dengan obat ini ( pada hal obat itu adalah vitamin B1 biasa ) , dan teman kita itu meminum obat tersebut , selang satu jam kemudian ia mengatakan bahwa sakit kepalanya sudah membaik ..itu yang kita sebut sebagai plasebo efek ; dan angka kejadian plasebo efek masih sangat tinggi didalam dunia kedokteran khususnya di Indonesia ; dan yang ingin kami tunjukan adalah bahwa plasebo efek adalah contoh yang paling nyata dalam dunia kedokteran bahwa terdapat hubungan yang sangat intens antara pikiran dan tubuh anda .
Sudah banyak penelitian yang menghabiskan biaya teramat besar dan memakan waktu yang cukup lama , namun bagaimana caranya menyeimbangkan/mengharmoniskan hubungan antara pikiran dan tubuh masih terus menjadi tanda tanya ; oleh sebab itu maka menjamurlah kursus kursus yang menawarkan pelatihan yoga, meditasi, hipnotik ataupun hal hal sejenis agar kita dapat menelaah lebih dalam lagi mengenai cara yang cocok untuk menyeimbangkan keadaan pikiran dan tubuh ( pss..t.., itu iklan mereka lho ) .
Namun bisakah meditasi menyembuhkan kanker .tentu tidak , tapi yang pasti meditasi dapat meminimalkan rasa takut atau cemas yang datang pada orang orang yang sedang menderita kanker hingga penderita tersebut dapat melanjukan hidupnya dengan lebih optimal , atau contoh kecil lagi misalnya saja bila ada seorang anak kecil yang terjatuh dan lututnya luka , kemudian ia menangis , lalu datanglah ibunya , mengusap kepalanya , dan tangis si anak itu mereda sambil ibunya mengoleskan obat merah atau cairan antiseptik ke lukanya.., bisakah usapan si ibu mengobati luka si anak ? , tentu tidak, obat merah atau cairan antiseptik yang melakukan hal itu , tapi usapan si ibu ke kepala anaknya memberikan rasa tenang, nyaman dan tentram terhadap si anak , hingga itu mengurangi rasa sakit yang dideritanya akibat terjatuh tadi .
Masih mengenai rasa nyeri yang kita derita , telah diketahui bahwa rasa nyeri ( baik fisik maupun psikis ) akan meningkatkan status emosi seseorang , dan emosi yang tidak stabil bila berlangsung lama , juga dapat menimbulkan kembali nyeri psikis yang ujung ujungnya akan menciptakan lingkaran setan yang berkisar antara nyeri dan kelabilan emosi yang timbul. Titik pangkal dari kedua hal tersebut sebenarnya adalah sistem saraf kita ; keduanya akan mengaktifkan pelumas aliran saraf ( neurotransmitter ) yang bekerja pada bagian yang sama di otak . Bila proses yang terjadi hanya sebentar ,maka kita akan melupakan nyeri yang timbul dan emosi tidak terpengaruh ; namun apabila sirkuit tersebut ada dan terus bekerja ,maka hasilnya seperti yang sudah disebutkan diatas ; terjadi lingkaran setan . Satu lagi masih tentang nyeri , anda semua pasti tahu mengenai migren , bahwa orang yang sering terserang migren dalam 2 tahun berturut turut akan 5 kali lebih mudah terserang depresi .
Sehingga melihat hal diatas tidaklah heran , bahwa mulai banyak digunakan obat obat penenang untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul , beberapa pihak mengemukakan kehandalam obat obat penenang tersebut dalam menjaga permeabilitas saraf yang terkait namunlebih banyak daripada itu ahli ahli mengatakan bahwa guna dari obat obat penenang tersebut adalah untuk menatalaksanakan nyeri yang timbul .so manage your pain is very healthy way to increase your life quality.
Masih dari artikel di majalah yang sama , dari Jepang kita ada suatu ungkapan yaitu “karosi” yang artinya adalah kematian yang disebabkan oleh kerja yang berlebihan . Seorang ahli dari Finlandia ( dr. Jussi Vahtera ) dan psikolog Mika Kivimaki mengadakan penyelidikan mengenai diatas , yaitu mungkin nggak sih ,orang bisa meninggal di karenakan bekerja yang berlebihan ? .
Mereka mengadakan penyelidikan selama 7 tahun di Finlandia sendiri , yang pada waktu itu sedang terserang resesi dan kemerosotan ekonomi sehingga memaksa warganya untuk bekerja lebih keras guna memenuhi kebutuhan ekonomi mereka . Hasilnya dari penelitian tersebut dimuat pada jurnal terkemuka dan sangat dipandang yaitu british Medical Jornal bulan Februari kemarin , dimana Kimivaki mengatakan bahwa angka kematian pada orang orang yang memiliki beban kerja yang berlebih , atau bekerja keras hingga melebihi batas kemampuannya adalah 2x lebih besar dibanding mereka yang meninggal akibat penyakit jantung dan stroke ( di Finlandia ) . Well , apa ada yang mau melakukan penelitian tersebut di Indonesia, karena masyarakat kita yang sangat kuat dan tangguh sudah sangat terbiasa dengan yang namanya P7 ( Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas Pasan ).
Read More - Pelu Tahu

JASMERAH


Bung Karno Putra Sang Fajar



“Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Idaju, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri...



Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah, akan tetapi apa pun kelahiranku atau suratan takdir, pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan suatu keputusan tiba-tiba. Akulah ahli-warisnya.” Ir. Soekarno menuturkan kepada penulis otobiografinya, Cindy Adam.


Putra sang fajar yang lahir di Blitar, 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, diberi nama kecil, Koesno. Ir. Soekarno, 44 tahun kemudian, menguak fajar kemerdekaan Indonesia setelah lebih dari tiga setengah abad ditindas oleh penjajah-penjajah asing.


Soekarno hidup jauh dari orang tuanya di Blitar sejak duduk di bangku sekolah rakyat, indekos di Surabaya sampai tamat HBS (Hoogere Burger School). Ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Jiwa nasionalismenya membara lantaran sering menguping diskusi-diskusi politik di rumah induk semangnya yang kemudian menjadi ayah mertuanya dengan menikahi Siti Oetari (1921).


Soekarno pindah ke Bandung, melanjutkan pendidikan tinggi di THS (Technische Hooge-School), Sekolah Teknik Tinggi yang kemudian hari menjadi ITB, meraih gelar insinyur, 25 Mei 1926. Semasa kuliah di Bandung, Soekarno, menemukan jodoh yang lain, menikah dengan Inggit Ganarsih (1923).


Soekarno muda, lebih akrab dipanggil Bung Karno mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia), 4 Juni 1927. Tujuannya, mendirikan negara Indonesia Merdeka. Akibatnya, Bung Karno ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman penjara oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia dijeboloskan ke penjara Sukamiskin, Bandung, 29 Desember 1949.



Di dalam pidato pembelaannya yang berjudul, Indonesia Menggugat, Bung Karno berapi-api menelanjangi kebobrokan penjajah Belanda.


Bebas tahun 1931, Bung Karno kemudian memimpin Partindo. Tahun 1933, Belanda menangkapnya kembali, dibuang ke Ende, Flores. Dari Ende, dibuang ke Bengkulu selama empat tahun. Di sanalah ia menikahi Fatwamati (1943) yang memberinya lima orang anak; Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rahmawati, Sukmawati dan Guruh Soekarnoputri.


Soekarno adalah seorang cendekiawan yang meninggalkan ratusan karya tulis dan beberapa naskah drama yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbitkan dengan judul Dibawah Bendera Revolusi, dua jilid. Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut, tulisan pertamanya (1926), berjudul, Nasionalisme, Islamisme, dan Marxism, bagian paling menarik untuk memahami gelora muda Bung Karno.


Tahun 1942, tentara pendudukan Belanda di Indonesia menyerah pada Jepang. Penindasan yang dilakukan tentara pendudukan selama tiga tahun jauh lebih kejam. Di balik itu, Jepang sendiri sudah mengimingi kemerdekaan bagi
Indonesia.Penyerahan diri Jepang setelah dua kota utamanya, Nagasaki dan Hiroshima, dibom atom oleh tentara Sekutu, tanggal 6 Agustus 1945, membuka cakrawala baru bagi para pejuang Indonesia. Mereka, tidak perlu menunggu, tetapi merebut kemerdekaan dari Jepang.


Setelah persiapan yang cukup panjang, dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs Muhammad Hatta, mereka memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No. 52 (sekarang Jln. Proklamasi), Jakarta
Read More - JASMERAH

Aku rindu saat-saat itu Dave


 Aku Rindu Saat-Saat itu Dave


Alhamdulillah akhirnya sampai juga
                        “ Assalamualaikum, Dave”
                        “ Tak apa Dave, tetaplah berbaring di tempatmu,jangan segan dengan kedatanganku ini. Biar aku saja yang duduk di sini. Aku memang sengaja datang kemari karena aku sangat merindukanmu Dave”
                        “ Apa, kau juga merindukanku?” terima kasih Dave
                        Kau tahu Dave, disaat seperti ini aku jadi ingat persahabatan kita. Lucu sekali ya, kita bagaikan tak terpisahkan, dimana ada kamu di situ selalu ada aku.
                        “ Kenapa wajahmu jadi memerah? Kamu malu ya?”
                        “ Kamu masih ingat tidak Dave saat kamu memintaku untuk mengajarimu membuat puisi?”


*******

                        Siang itu . . .
                        “ Assalamualaikum .“ ucapmu ramah
                        “ Waalaikumsalam , masuk Dave. Tumben sore-sore begini kamu datang kemari, ada apa? “
                        “ Aku mau minta tolong. Kamu kan jago bikin puisi, tolong ajari aku ya? Aku ingin membuat puisi untuk ibu sebagai kado di hari ulang tahunnya nanti “
                        “ Ah kamu ini bisa saja. “ jawabku malu-malu
                        “ Bantuin aku ya? “ pintamu memelas
                        “ Iya deh, tapi jangan sekarang. Aku lagi banyak PR. Bagaimana kalau besok saja? “
                        Ya, semenjak sore itu kamu jadi semakin rajin berlatih membuat puisi. Bahkan hampir setiap hari kamu meluangkan waktumu untuk membuat puisi. Aku sangat senang melihatmu bersemangat seperti itu. Kau juga selalu menunjukkan hasil puisimu padaku.  Dan suatu hari tanpa sepengetahuanmu, kuikutkan salah satu puisi terbaikmu dalam lomba memperingati hari jadi kota Surabaya. Aku tidak menyangka kalau kau-lah yang menjadi pemenangnya. Awalnya kamu bingung, tapi setelah kujelaskan semuanya, kau juga turut bahagia mendengar berita itu. Kau pantas mendapatkannya Dave.
                        Keesokan harinya kau mendapat undangan dari wali kota Surabaya untuk menghadiri peringatan hari jadi kota Surabaya. Kau memutuskan untuk menghadiri acara itu dengan mengajak orang tuamu dan aku. Akhirnya hari itu datang juga. Semua orang yang datang dalam acara itu melihatmu dengan bangga, Dave. Bahkan kau mendapat kehormatan untuk duduk di barisan paling depan bersebelahan dengan pak wali kota. Andai kau tahu betapa bangganya orang tuamu saat itu.
                        Acara demi acara terus berlalu, hingga tiba saatnya pembawa acara mempersilahkanmu untuk naik ke atas turut maju mendekat ke panggung agar bisa mengambil fotomu. pamggung untuk memberi sambutan singkat atas kemenanganmu. Saat kau maju, aku juga
                        “ Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Selamat siang hadirin yang berbahagia. Saya di sini ingin menyampaikan sedikit kata. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya, terutama kepada orang tua saya dan juga teman saya Bella yang telah banyak membantu saya. Saya senang bisa berdiri di sini. Mungkin seumur hidup saya, baru kali ini saya bisa sedikit membanggakan orang tua saya. Saya memang bukan siapa-siapa, tapi saya selalu berusaha agar saya bisa berarti untuk orang-orang yang saya cintai.....”
                        Semua orang tersenyum dan bertepuk tangan untukmu, tapi tidak denganku. Dari tadi aku memperhatikanmu dengan was-was. Kamu tidak seperti biasanya Dave, wajahmu pucat, matamu agak sayup, dan sesekali kakimu bergetar. Suara tepuk tangan semakin membahana. Di tengah keriuhan itu, kulihat kakimu semakin bergetar dan akhirnya, brukkk...., kau jatuh tak sadarkan diri. Semua orang berteriak kaget, lalu mereka berhamburan untuk menolongmu. Kau tahu Dave, saat itu hatiku terasa tak karuan. Entah mengapa tiba-tiba aku merasa sangat takut kehilanganmu, sebuah perasan yang harusnya tak pernah terbesit dalam benakku. Bodoh sekali ya kalau aku merasa takut kehilanganmu, aku tahu itu tak akan terjadi karena kamu adalah anak yang kuat. Kamu tak akan menyerah dalam  keadaan apapun. Tak lama mobil ambulan datang untuk membawamu ke rumah sakit.
                        Setelah beberapa hari aku masih trauma atas kejadian itu sehingga aku tidak langsung datang menjengukmu. Tapi walaupun begitu aku tetap berdoa untuk kesembuhanmu.
Tapi hari itu aku merasa sangat rindu padamu,Dave. Akhirnya aku meminta ayahku untuk mengantarkanku ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, tepat di depan ruang rawatmu aku melihat semua keluargamu sedang berkumpul.  Tapi wajah mereka senduh. Kulihat ibumu sedang menangis. Ada apa ini, mengapa semua orang bersedih. Aku mulai khawatir kalau ketakutanku selama ini benar-benar terjadi. Jujur aku takut sekali kehilanganmu,Dave.
                        “ Permisi tante, kenapa tante menangis? Dimana Dave tante? Boleh saya bertemu? “ tanyaku gugup.
                        Berbagai pertanyaan berkecamuk di benakku. Tapi ibumu hanya diam, membuatku semakin penasaran.
                        “ Tante....”
                        “ Bella, Dave...Dave me.. meninggal..” jawab ibumu dengan tangisan yang semakin menjadi-jadi.
                        “ Innalillahi wainnalillahirojjiun..” benarkah apa yang barusan kudengar. Ketakutanku benar-benar terjadi. Oh Tuhan badanku terasa begitu lemas. Aku dalam keadaan antara percaya dan tidak percaya. Benarkah aku harus kehilangan Dave. Haruskah aku berpisah dengan sahabat, saudara,bahkan guru yang telah bertahun-tahun mengajarkan aku banyak hal tentang hidup ini.

                        “ Sebenarnya Dave sakit apa, Tante?”
                        “ Sejak kecil Dave sudah sakit leukemia. Tapi dia anak yang tegar, dia tidak mau orang lain tahu tentang penyakitnya. Mungkin dia takut akan menyusahkan orang lain. Termasuk juga kamu, Bella.”
                        Teman macam apa aku ini. Harusnya aku tahu dari dulu kalau kamu sakit, Dave. Maaf  Dave kalau selama ini aku belum bisa jadi teman yang baik untukmu. 5 tahun kita bersahabat, harusnya itu sudah cukup bagiku untuk lebih mengenalmu. Tapi aku gagal Dave. Semoga kau tak kecewa punya teman sepertiku.

   *******




                        “ Kenapa kamu menangis Dave?”
                        “ Sudah hapus air matamu. Aku datang ke sini untuk menghiburmu, bukan untuk membuatmu bersedih.”
                        “ Maaf kalau aku mengingatkanmu dengan kejadian itu. Kejadian yang membuat kau berada di sini. Tapi tenanglah aku akan membuatmu tidak merasa kesepian di sini. Aku akan selalu menyempatkan diri untuk mengunjungimu, Dave.”
                        Awalnya aku masih berat untuk mengikhlaskan kamu pergi setelah sekian lamanya kita bersama. Hari - hariku akan terasa berbeda tanpamu. Kau harus tahu Dave, aku menyayangimu tapi mungkin Tuhan lebih sayang kamu, sehingga Tuhan ingin cepat – cepat memanggilmu agar kau bisa merasakan kebahagian yang kekal di taman surga bukan di dunia yang carut – marut ini. Jadi kamu tak perlu merasa sedih ataupun menyesal, Dave. Tuhan sudah berikan yang terbaik untukmu. Bagaimana pun keadaanmu sekarang ataupun nanti, aku akan selalu menjadi temanmu,jangan takut karena aku tak akan melupakanmu walau hanya sesaat.
                        “ Sudah dulu ya, rasanya sudah lama sekali aku di sini.”
                        “ Jangan sedih, aku janji aku akan sering – sering mengunjungimu di sini.”
                        Matahari perlahan mulai kembali ke peraduannya, cahayanya  tampak gelap kemerahan khas suasana senja, suara adzan sayup – sayup berkumandang pertanda sang malam akan datang. Dengan langkah gontai, kutinggalkan pemakaman islam tempat Dave bersemayam.
Read More - Aku rindu saat-saat itu Dave
Copyright 2009 Ayo Berbagi. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates